Teknologi aliran energi menjadi latar belakang atau tema dalam pembahasan Electromode yang menghadirkan sebuah koleksi busana siap pakai (ready to wear) dan busana seni (art to wear) dengan gaya yang mengarah kepada eksentrik santai.
Koleksi Electromode menghadirkan bentuk-bentuk busana yang pas badan dan longgar, dengan siluet lurus, konstruksi dan terkesan santai. Pada tampilan busana wanita dihadirkan bentuk busana seperti top dengan potongan jacket yang direkayasa, pas badan dan longgar dengan bottom berupa celana dan rok dengan detil smok bertali. Sedangkan pada busana pria dihadirkan bentuk busana seperti potongan kemeja dan jaket berdetil sleting jaket dengan bottom berupa celana panjang berdetil beda bahan antar bidang, dan aksesoris pada pinggang menyerupai obi berdetil tali berwarna terang.
Secara keseluruhan koleksi electromode mengetengahkan detil berupa bordir zigzag sebagai ungkapan dari pancaran energi atau setrum, penggunaan tali-tali berwarna yang dipasang sejajar berulang menyerupai motif garis-garis yang diambil dari gaya eksentrik santai pada kolase, selain itu juga sebagai aplikasi dari sebuah sistem energi listrik yang didalamnya terdapat keteraturan. Penggunaan restleting jacket, saku bobok, teknik pembagian bidang dan garis prinses, dihadirkan sebagai ungkapan dari suasana modernitas. Sedangkan teknik smok berdetil tali yang memberikan kesan 3 dimensi dihadirkan sebagai ungkapan dari suasana berantakan, malapetaka yang diakibatkan oleh listrik.
Menggunakan bahan-bahan seperti katun, tulle, parasut, jacket, tafeta, jackguard, linen, kulit, twil, dan bludru. Warna-warna yang digunakan pada koleksi Electromode ini, adalah warna-warna yang kontras, solid dan cenderung polos seperti ungu, pink, biru, merah, jingga, hijau, cokelat, putih, abu-abu, kuning dan hitam.
Untuk menambah nilai estetis dalam Electromode di pilih tekstur bahan dengan perpaduan antara tekstur halus, kasar, licin dan lembut. Koleksi ini diperuntukkan bagi remaja pria dan wanita. “However, not only is it important to recognize that men have been as much, implicated in fashion, as much, “Fashion victims” as woman”.
Berdasarkan pembahasan, ternyata dari masing-masing memiliki benang merah yang saling berkesesuaian dan dapat dijadikan sebagai kerangka berpikir.
Benang merah yang terdapat pada tren gaya eksentrik santai, Teknologi aliran energi dan koleksi Electromode, terdapat pada pemilihan bahan yang bertekstur lembut, kasar, dan halus, seperti bahan-bahan katun dengan berbagai macam percampurannya, Linen, Taffeta, Kulit, Tulle, Jeans, Jackguard, dan brudru serta sejenis parasut.
Selain itu, warna-warna yang ditampilkan pun berkisar pada warna-warna kontras dengan sentuhan warna hitam dan putih, yang cenderung polos dan jika bermotif pun digunakan motif-motif geometrik.
Penerapan bentuk busana yang ditampilkan adalah bentuk-bentuk busana yang lurus, asimetris, pas badan dan longgar. Dengan detil teknik smok berdetil tali, stik jahitan variasi zigzag, bordir, lekatan tali, saku-saku bobok dan penggunaan restleting jacket.
Tuesday, February 10, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment